Telusuri 6 Penyebab Bahu Terasa Kaku, Nyeri, dan Mati Rasa


Ketika sedang bekerja, pernahkah area pundak terasa kaku atau mati rasa secara datang-datang? Kondisi ini bisa merusak aktivitas, baik itu buat mengangkat suatu benda atau menggerakkan tangan. Jika kondisi ini pernah Anda alami, jangan sepelekan gejala & tandanya. Cari tahu apa saja penyebab pundak terasa kaku, nyeri, & atau meninggal rasa buat membantu Anda mempertimbangkan pengobatan ke dokter lebih cepat.

Berbagai penyebab pundak terasa kaku atau tewas rasa
Bahu yang terasa kaku, mengindikasikan adanya masalah pada saraf di lebih kurang bahu. Saraf yg terganggu mengirimkan sinyal ke tubuh & otak sebagai akibatnya Anda mampu mencicipi sensasi yg tidak sama, contohnya nyeri. Saat saraf kurang lebih bahu berrmasalah, sensasi yang timbul mampu menjalar ke sekitar punggung, leher, area tulang selangka, lengan, bahkan hingga ke ujung jari.

Selain meninggal rasa dalam bahu, tanda-tanda lainnya yg mungkin terjadi adalah memar & bengkak, pundak terasa berat dan lemah, nyeri & kesemutan, dan terasa hangat atau dingin saat pada sentuh. Tanpa perawatan, tanda-tanda akan semakin bervariasi, bertambah tidak baik, & menyebabkan kerusakan saraf atau sendi.

Berikut kemungkinan penyebab pundak terasa kaku, berat, atau meninggal rasa, antara lain:

1. Saraf kejepit
Saraf kejepit mampu menyebabkan rasa nyeri, lemah, kesemutan, atau meninggal rasa dalam area tubuh. Jika bahu Anda mangalami sensasi ini, kemungkinan saraf yang bermasalah ada di lebih kurang tulang belakang. Kondisi ini disebut pula menggunakan radiculopathy servics.

Kondisi ini terjadi akibat saraf mendapat terlalu tekanan sehingga nir dapat berfungsi dengan normal. Beberapa hal yg mengakibatkan tekanan besar  dalam saraf antara lain:

- Otot, tendon, atau tulang yg menusuk saraf
- Adanya pembengkakan atau peradangan pada sekitar saraf
- Saraf terlalu seringkali menggunakan jaringan di sekitarnya sehingga menjadi aus
- Saraf terjepit pada kurang lebih tulang belakang mampu ditimbulkan sang cedera punggung, postur tubuh yg buruk, yaitu tak jarang membungkuk, & pula melakukan kegiatan yg sama secara berlebihan pada punggung.

2. Cedera rotator cuff
Rotator cuff adalah cincin tendon pada lebih kurang sendi bahu. Cincin ini bekerja seperti karet gelang buat menahan tulang lengan atas di soket bahu.

Terlalu sering melakukan gerakan berulang ketika bekerja atau olahraga dan mengangkat beban di atas ketua bisa menekan & menyebabkan cedera ritator cuff. Di sisi lain, nir aktif memakai rotator cuff jua sanggup menekan saraf di lebih kurang rotator cuff.

3. Peradangan pada bursae (bursitis)
Bursae adalah kantung kecil berisi cairan yg berada pada dekat sendi buat melindungi tulang, tendon, & otot. Bursae mampu iritasi & mengakibatkan pembengkakan. Kondisi ini diklaim jua menggunakan bursitis.

Orang menggunakan cedera rotator cuff memiliki risiko tinggi terkena penyakit ini. Penyebab meradangnya bursae umumnya ditimbulkan oleh cedera atau gerakan berulang pada lebih kurang bahu yg terlalu seringkali. Selain bahu, bursitis juga bisa terjadi pada sekitar lutut, tumit, pangkal jempol kaki, siku, & juga pinggul.

4. Peradangan pada sendi
Peradangan sanggup terjadi dimana saja pada tubuh Anda, terutama di kurang lebih sendi. Bila peradangan terjadi dalam sendi bahu dapat ditimbulkan sang rheumatoid arthritis (rematik).  Sementara peradangan yang terjadi dalam kartilago (tulang rawan) dianggap dengan osteoarthritis.

Kedua kondisi ini sanggup disebabkan oleh kesalahan sistem imun, infeksi, dan penuaan tulang. Tanpa perawatan yang tepat, nir hanya sendi, saraf di kurang lebih sendi yg meradang juga mampu rusak.

5. Tulang lebih kurang bahu bergeser dan bone spurs
Pergeseran tulang (dislokasi) bisa menghambat otot, tendon, & saraf sebagai akibatnya menyebabkan sensasi kesemutan, nyeri, atau mangkat  rasa. Jika Anda mengalami sensasi tadi di kurang lebih bahu, terdapat kemungkinan tulang belikat, tulang lengan atas, atau tulang selangka mengalami pergeseran.

Kondisi ini umumnya terjadi karena cedera. Apabila Anda pernah mengalami syarat ini dan sudah diobati, risiko tulang balik  bergeser di kemudian hari akan semakin tinggi. Selain tulang bergeser, penebalan dalam tulang (spurs) sesudah cedera sendi juga bisa menyebabkan rasa nir nyaman dalam bahu. Rasa kaku dan nyeri akan ada dan hilang, terutama apabila tubuh terlalu aktif berkiprah.

6. Kondisi lainnya
Selain kasus dalam saraf, sendi, dan tulang, beberapa penyakit kronis dan kondisi tertentu juga mampu mengakibatkan pudak terasa kaku nyeri, atau kesemutan, misalnya:

- Diabetes yang telah parah sebagai akibatnya menyebabkan kerusakan saraf
- Serangan jantung yang menyebabkan lengan tangan terasa lemas, disertai nyeri dada & sesak napas
- Stroke yang mengakibatkan sisi tubuh jadi kesemutan dan meninggal rasa, termasuk pada satu bagian pundak

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Telusuri 6 Penyebab Bahu Terasa Kaku, Nyeri, dan Mati Rasa"

Post a Comment