Sel kanker sanggup tumbuh di mana saja pada tubuh Anda, termasuk otak. Kondisi ini dikenal jua menggunakan kanker otak atau penyakit tumor otak. Salah satu jenis penyakit tumor otak, yaitu glioblastoma, menurut penelitian dapat dicegah keparahan gejalanya dengan terapi poliovirus. Apa itu terapi poliovirus dan bagaimana cara kerjanya dalam masalah tumor otak? Cari memahami jawabannya pada bawah ini.
Pengobatan untuk penyakit tumor otak tipe gioblastoma
Glioblastoma adalah kanker militan yg menyerang sumsum tulang belakang dekat otak, yaitu sel-sel saraf pendukung yang disebut dengan astrocytes. Penyakit ini cenderung terjadi pada orang dewasa yg lebih tua, tapi jua sanggup menyerang anak-anak.
Seseorang yg memiliki kondisi ini umumnya mengalami gejala sakit kepala hebat, mual & muntah, gangguan penglihatan & kemampuan bicara, serta kejang. Walaupun tak jarang kali sulit diobati, beberapa perawatan dapat mengurangi tanda-tanda serta memperlambat pertumbuhan sel kanker.
Sama seperti penyakit kanker lainnya, glioblastoma bisa ditangani dengan operasi pengangkatan sel kanker. Namun, sel kanker tidak bisa diangkat seluruhnya karena terjadi pada jaringan sistem saraf pusat. Oleh karena itu, pasien umumnya diharuskan mengikuti terapi radiasi atau kemoterapi buat membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa.
Menurut penelitian, terapi poliovirus berpotensi sebagai perawatan glioblastoma
Meskipun telah menjalani proses pembedahan, sel kanker yg tersisa sanggup tumbuh kapan saja dan menyebabkan glioblastoma berulang. Tentunya, kondisi ini dapat mengurangi kualitas hidup orang yg pernah mempunyai glioblastoma.
Pada penelitian sebelumnya, diperkirakan homogen-homogen kelangsungan hidup hidup para pasien glioblastoma adalah 12 hingga 18 bulan selesainya menjalani perawatan maksimal . Sangat sedikit pasien yg mampu bertahan dalam jangka panjang dengan syarat ini.
Namun, output penelitian terbaru yang dipimpin sang Dr. Matthias Gromier, seseorang profesor di Departemen Bedah Saraf dan Prof. Smita Nair, seseorang ahli imunologi berdasarkan Duke Uniersity School of Medicine di Durham, menunjukkan bahwa pasien yang didagnosis penyakit tumor otak berulang mengalami peningkatan kualitas hayati jangka panjang sesudah dirawat menggunakan terapi poliovirus.
Penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine dalam 26 Juni 2018 tadi menggunakan poliovirus oncolytic rekombinan (PS-RIPO) sebagai pengobatan terapi glioblastoma. Tiga tahun setelah perawatan terapi poliovirus, 21% pasien dapat bertahan hidup. Sementara, pasien yang tidak menjalani terapi ini hanya 4% yg masih bertahan hayati.
Dari penelitian tersebut, para peneliti menyelidiki bagaimana cara kerja poliovirus pada sel kanker. Sel kanker yg kelebihan protein CD155 dapat bereaksi menggunakan poliovirus menjadi reseptor.
Awalnya, poliovirus yang disuntikkan pada tubuh akan melekat dalam sel kanker. Kemudian, secara perlahan poliovirus menyerang sel kanker dan memicu pelepasan antigen. Antigen merupakan zat beracun yg tidak dikenali tubuh.
Dilepaskannya antigen dapat merangsang sel T— bagian berdasarkan sistem kekebalan tubuh — buat menaikkan pertahanan dan menyerang antigen tersebut. Akibatnya, sel-sel kanker yang terus mendapatkan serangan berdasarkan sistem kekebalan tubuh dapat berhenti tumbuh.
“Poliovirus secara berpotensi membunuh sel kanker dengan merangsang produksi antigen dan menaikkan respons sel T”, kentara Prof. Nair.
Jadi bisakah tumor otak disembuhkan dengan pengobatan ini?
Selain cara kerjanya, peneliti jua mengamati bagaimana reaksi efek samping terapi poliovirus bila diberikan pada takaran rendah & juga tinggi. Efek sampingnya berbeda-beda pada tiap pasien. Mulai dari kejang dan gangguan berbicara, daya ingat, dan lain-lain.
Di samping itu, peneliti jua menyimpulkan bahwa tidak semua pasien menerangkan respon buat penggunaan poliovirus. Artinya, tidak seluruh pasien cocok menggunakan perawatan terapi poliovirus.
Maka itu, hingga ketika ini para peneliti masih harus mengusut dan menguji lebih pada lagi penggunaan poliovirus yang kondusif & efektif buat mengobati tumor otak.

0 Response to "Terapi Poliovirus Berpotensi Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Tumor Otak"
Post a Comment